SEJARAH: HAJI OEMAR SAID TJOKROAMINOTO (1883 – 1934)

Read Time:49 Second

HAJI OEMAR SAID TJOKROAMINOTO (1883 – 1934) adalah fenomena zaman. Terlahir untuk masanya, namun pengaruhnya lintas masa. Pesonannya tidak hanya dalam retorika, namun mengedepan dalam intelegensia. Kritis, tapi tetap objektif. Kerap menabrak tembok tata krama dan pakem-pakem aristokrasi jawa, namun tak kehilangan pegangan. Karena itu, ia menolak penghambaan kebangsawanan, kendati ia sendiri berdarah ningrat. Prakteknya, ia menjunjung tinggi kesetaraan. Dalam pendapatnya, relasi kemanusiaan mesti diikat oleh tiga unsur: kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan. Sebuah sikap yang boleh dikata “nyeleneh” di kala itu, mengingat saat itu Pemerintah Kolonial Belanda tengah gencar menjalankan politik etis dengan menomor duakan hak bangsa pribumi.

BANYAK julukan dan sanjungan dilekatkan kepadanya, tapi tak melenakannya. Boleh dikata hampir merespons semua aliran pemikiran yang berkembang saat itu, menjadikannya dinilai pluralis dan egaliter. Kepada murid dan pengikutnya, ia menerangkan dan mengajarkan pelbagai aliran pemikiran dan faham, namun tak memaksakan untuk menganut salah satunya. Dalam perjalanannya, murid-muridnya memilih jalan masing-masing melalui Nasionalisme (Soekarno), Komunisme (Semaun) dan Islamisme (SM. Kartosuwirdjo).

sumber: facebook @syarikat.islam.125

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ismunandar Ajak Syarikat Islam Kawal Program Pemerintah Kutai Timur
Next post Abang Tokoh Islam, Adik Pendeta Kristen