Majelis Tazkirah

0

Dari segi etimologis perkataan Majelis Taklim berasal dari bahasa Arab, yang terdiri atas dua kata, yaitu majelis dan taklim. Majelis artinya tempat duduk, tempat sidang, dewan,dan taklim diartikan pengajaran. Dengan demikian, secara bahasa “Majelis Taklim” adalah tempat untuk melaksanakan pengajaran atau pengajian ilmu agama Islam.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian majlis adalah Lembaga (Organisasi) sebagai wadah pengajian dan kata Majlis dalam kalangan ulama adalah lembaga masyarakat nonpemerintah yang terdiri atas para ulama Islam. Majelis Taklim, lembaga pendidikan non-formal Islam yang memiliki kurikulum sendiri, diselenggarakan secara berkala dan teratur,dan diikuti oleh jamaah yang relatif banyak, dan bertujuan untuk membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan serasi antara manusia dengan Allah swt, antaramanusia dengan sesamanya dan antara manusia dengan lingkungannya, dalam rangkamembina masyarakat yang bertakwa kepada Allah Swt.

Majelis Taklim bertujuan membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan serasi antara manusia denganAllah swt, antara manusia dengan sesamanya dan antara manusia dengan lingkungannya,dalam rangka membina masyarakat yang bertakwa kepada Allah SWT.

Di antara fungsi Majelis Taklim berfungsi sebagai: pertama, membina dan mengembangkan ajaran Islam dalam rangka membentuk masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT; kedua, sebagai taman rekreasi rohaniyah karena penyelenggaraanya bersifat santai; ketiga, sebagai ajang berlangsungnya silaturrohnmi masa yang dapat menghidupsuburkan da’wah dan ukhuwah Islamiyah; keempat sebagai sarana dialog berkesinambungan antara ulama’ dan umara’ dengan umat; kelima, sebagai media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa pada umumnya.

Bila dilihat selama ini, maka kedudukan Majlis Taklim di tengah masyarakat muslim Indonesia, antara lain; sebagai wadah untuk membina dan mengembangkan kehidupan beragama dalam rangkamembentuk masyarakat bertakwa kepada Allah SWT; taman rekreasi rohaniah,  wadah silaturahim yang menghidupkan syiar Islam; media penyampaian gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa.

Arti penting keberadaan Majelis Taklim sebagai salah satu jawaban bagi kebutuhan warga masyarakat terhadap aspek pemantapan ilmu agama dan pencerahan jiwa yangdipancarkan melalui pengajaran nilai-nilai ajaran Islam. Kelenturan aspek manajemen keorganisasian yang dimiliki oleh Majlis Taklim sebagai lembaga pendidikan non-formal membuat kehadiran Majlis Taklim terasa semakin membumi dalam hampir semua elemen.

Khusus di Provinsi Riau, ke depan, diharapkan kelompok majelis taklim tidak hanya mempelajari ilmu fiqh, tafsir tapi juga ushul al-fiqh, ushuluddin dan tasawuf. Untuk itu setiap majelis taklim eloknya memiliki silabus atau kurikulum dalam aspek ilmu lain selain ilmu-ilmu keislaman yang selama ini berkembang dan diajarkan dalam majelis taklim. Selain itu, pendidikan dan pengajaran akhlak tetap menjadi perhatian utama. Kepada pemerintah diharap kepedulian lebih untuk mengembangkan majelis taklim tersebut. Sehingga fungsi pendidikan dalam Islam yang dilakukan seumur hidup terlaksana. Tidak semua orang dapat pendidikan formal, maka melalui majelis taklim ini dapat menambah pengetahuan dan mengisi batin spritual agar hati tidak gersang, agar menemukan hakikat beribadah yang sesungguhnya merupakan sesuatu yang dibutuhkan dan dirindukan oleh semua manusia. Sehingga ke depan, kewajiban menjalankan agama tidak hanya menjadi kewajiban tapi kerinduan untuk dilaksanakan karena benar-benar merasa Allah Swt begitu dekat de
ngan diri. Kalau sudah benar-benar merasa dekat dan benar dekat, maka orang tersebut telah merasakan manisnya iman. Tentu saja semua orang merasakan lezatnya iman. Untuk itu asah batin, bersihkan hati, basahi bibir dan larutkan diri dan jiwa penuh seluruh dalam mengingat Ilahi. Jadi kurikulum majelis taklim memerlukan nuansa lain yaitu, ushuluddin, seperti tasawuf; tazkirah dan tazkiyah.

Untuk menjadi majelis tazkirah tentu juga diperlukan usaha sungguh, seperti mencari guru pembimbing yang sungguh patut dan layak.

Kehadiran majelis tazkirah pada zaman ini amat diperlukan karena manusia selalu ditimpa rasa cemas, khawatir, resah (stress) karena berbagai persoalan yang kian semakin meresahkan, baik karena motif ekonomi, politik dan lain sebagainya. Jadi, mari kembangkan majelis taklim ke majelis tazkirah dan tazkiyah.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).

Griven H. Putera

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.