Saksi BISA Menyatakan Menolak Hasil Rekapitulasi Pilkada Pekanbaru Secara Keseluruhan

0
Adrian, Saksi pasangan calon nomor urut 5 Pilkada pekanbaru, Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah menyatakan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Adrian menyebut mereka menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Pekanbaru secara keseluruhan karena sejumlah sebab. (abbas/KRONLINE.CO)

Pekanbaru, KRonline.co — Pasangan calon Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru pada Pilkada Serentak 2017, Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah menolak seluruh hasil rekapitulasi suara Pilkada Pekanbaru.

Penolakan ini seakan mengonfirmasi ketidakhadiran mereka pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Peghitungan Suara dan Penetapan Hasil Perolehan Suara Tingkat Kota Pekanbaru, Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Tahun 2017, Rabu (22/2/2017) di Hotel Aryaduta Pekanbaru.

Saksi pasangan calon nomor urut 5 itu, Adrian menyampaikan penolakan atas hasil rekapitulasi tersebut usai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rumbai Pesisir menyampaikan rekapitulasi di kecamatan tersebut. PPK Rumbai Pesisis adalah PPK yang mendapat giliran pertama meyampaikan rekap suara.

“Kami menolak hasil rekapitulasi Pilkada Pekanbaru secara keseluruhan,” kata Adrian ketiak diberi kesempatan menyampaikan tanggapan atas rekap Rumbai Pesisir.

Saksi pasangan BISA ini menyebut sejumlah alasan atas penolakan itu. Antara lain carut-marut Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena banyak pemilih ganda, adanya temuan saksi paslon yang mencoblos dua kali, serta banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang mendukung paslon tertentu.

Dengan pernyataan penolakan itu, Adrian ke luar dari ruang rapat pleno dan tidak lagi mengikuti acara hingga selesai.

Di luar ruang rapat pleno, kepada awak media Adrian mengatakan pihaknya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. (abbas)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.