Waspadai Penyakit Tidak Menular!

0
Ilustrasi.

Pekanbaru, kronline.co — Tidak hanya penyakit menular yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, namun penyakit-penyakit tidak menular perlu juga mendapat perhatian serius. Apalagi, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat angka penyakit tidak menular ini semakin meningkat.

Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Riau dalam membangun bidang kesehatan di daerah ini dihadapkan pada dua sisi persoalan dalam penanganan penyakit.

Satu sisi berupa penyebaran penyakit menular baik langsung seperti HIV/AIDS, kusta dan lain-lain maupun tidak langsung atau melalui perantara seperti malaria, DBD, flu burung, rabies, diare dan lainnya.

Sisi lain juga dihadapkan pada semakin meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) seperti serangan jantung dan stroke, kanker, darah tinggi, pernafasan seperti paru dan asma, kemudian diabetes dan lainnya.

Untuk penyakit-penyakit tidak menular ini ada beberapa faktor yang memicu diidap oleh masyarakat. Bisa bawaan atau keturunan, kurang olahraga atau kegiatan fisik, diet yang tidak sehat dan tidak berimbang atau pola makan, merokok, konsumsi alkohol dan lain-lain.

Dinas Kesehatan Riau memiliki upaya dini dalam penanggulangan yang dilakukan dengan membuka klinik atau posko pemeriksaan gratis cek gula darah, asam urat, tensi darah dan lainnya di kegiatan keramaian masyarakat seperti kegiatan car free day dan lainnya.

Hanya saja, mengenai penyakit tidak menular ini di Riau tidak bisa dibandingkan antara satu kasus dengan kasus yang lain. Karena semua kasus yang ada memuyai peluang atau potensi yang sama untuk bisa berkembang diidap oleh masyarakat. Tapi diantara penyakit tidak menular itu, kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama yang terjadi tiap tahunnya. Baik itu kanker hati, paru, perut dan kanker payudara. Dan lebih dari 30 persen kematian akibat kanker disebakan oleh perilaku dan pola makan.

Dari data yang dikeluarkan oleh Dinkes Riau, kanker serviks dan payudara merupakan salah satu penyakit kanker yang termasuk prevalensi tertinggi di Riau. Dari deteksi dini yang dilakukan terhadap kanker serviks dan kanker payudara pada perempuan usia 30-50 tahun, target capaian cakupan deteksi dini kanker serviks dan payudara pada 2015 yaitu 10 persen. Kabupaten/Kota yang sudah mencapai target adalah Kabupaten Pelalawan 11,43 persen. Sementara untuk Provinsi Riau capaian cakupan deteksi dini kanker serviks dan payudara sebesar 1,16 persen.

“Deteksi dari penyakit kanker serviks dilalukan dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat). Sedangkan pemeriksaan kanker payudara dengan menggunakan metode CBE (Clinical Breast Examination) atau pemeriksaan payudara secara manual oleh tenaga kesehatan terlatih yang dapat dilakukan di Puskesmas dan jaringannya,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Ridwan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Disampaikan juga, dari penyakit kanker serviks yang diperiksa di Kabupaten/Kota yang ada di Ptovinsi Riau, Kabupaten Indragiri Hulu merupakan kabupaten dengan hasil IVA positif tertinggi yaitu sebesar 17,85 persen. Artinya 17,85 persen dari jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang diperiksa di Kabupaten Indragiri Hulu positif menderita kabker payudara.

Sementara Kabupaten dengan hasil IVA test terendah yaitu Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kuantan Singingi, di mana hasil IVA positifnya 0 atau tidak ada yang positif kanker dari semua perempuan yang diperiksa.

Dari cakupan hasil pemeriksaan kanker payudara berdasarkan pemeriksaan klinis payudara oleh petugas kesehatan terlatih (Clinical Breast Examination/CBA) yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota, ternyata ada benjolan yang tidak normal pada payudara dari semua perempuan usia 30-50 yang diperiksa. Dari pemeriksaan ada empat kabupaten/kota yang penduduknya terdapat tumor/benjolan yaitu Kabupaten Rokan Hulu 0,10 persen, Kepulauan Meranti 0,54 persen, Kota Pekanbaru 4,34 persen, dan Kota Dumai 7,5 persen.

IDI Komit Bantu Pemerintah

Sementara itu, di tempat terpisah saat dikonfirmasi pada Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Riau dr Zul Asri mengakui kalau pihaknya komit membantu pemerintah dalam ikut mengatasi persoalan penyakit masyarakat. Baik itu yang menular maupun tidak, bahkan memiliki bidang-bidang tersendiri terhadap per penyakit sehingga fokus dalam membantu pemerintah dalam penanganan.

“Kita selalu siap untuk membantu atau mendampingi pemerintah dalam mengatasi berbagai penyakit yang menimpa masyarakat. Bahkan kita juga melakukan turun langsung ke masyarakat dalam melakukan sosialisasi kesehatan seperti di mal-mal dan lainya. Kalau masalah program, itu nerupakan kewenangan Dinkes. Kalau kita siap dalam menyukseskan,” ungkapnya. (Ismet Tarmizi)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.