Embarkasi Haji Pekanbaru, Mungkinkah?

0

Pekanbaru, kronline.co — Musim Haji 2017 ini Pemerintah Provinsi Riau berharap daerah ini menjadi embarkasi haji antara. Dengan menjadi embarkasi haji antara, maka proses check in jemaah calon haji sudah bisa dilakukan di Pekanbaru sehingga jemaah tidak perlu lagi menginap di embarkasi haji Batam.

Embarkasi haji antara adalah embarkasi yang menjadi tempat berangkat jemaah haji dari Tanah Air ke Arab Saudi, namun harus transit terlebih dahulu ke embarkasi haji. Adanya embarkasi antara, jemaah tidak sampai masuk ke asrama haji, hanya ganti pesawat saja di bandara.

Bagi jemaah calon haji asal Riau, embarkasi haji adalah Bandara Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Bila Pekanbaru menjadi embarkasi antara, artinya jemaah calon haji asal Riau tidak perlua lagi menginap di Batam.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Ahmad Supardi Hs MA mengakui persiapan Provinsi Riau untuk memiliki embarkasi antara mulai musim haji 2017 ini sudah optimal. Segala persyaratan agar terealisasinya rencana tersebut sudah dipenuhi semua, baik persyaratan fisik maupun administrasinya.

Untuk saat ini hanya tinggal penilaian akhir dari Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh terhadap persiapan yang dilakukan. Dengan melakukan pengecekan langsung ke lolasi apakah Provinsi Riau sudah layak atau tidak memiliki embarkasi antara.

Mantan Kepala Kemenag Kabupaten Rokan Hulu ini menjelaskan, persiapan asrama haji sebagai langkah menjadikan Pekanbaru embarkasi antara, sudah dilakukan dengan memakai Rusunawa yang ada di belakang Gedung DPRD Riau. Begitu juga dengan persiapan bandar udara.

Disampaikan, Rusunawa itu ada tiga blok bangunan dengan sekitar 900 kamar. Jumlah ini dinilai cukup karena memang nanti kelompok terbang haji yang akan berangkat bergantian, hanya dua kloter-dua kloter. Begitu juga dengan bandara, sudah tidak ada masalah lagi. Apalagi hanya pesawat biasa dengan jumlah penumpang antara150 hingga 200 orang dengan sekali berangkt pet tiga unit. Kecuali kalau pesawat berbadan lebar drngan penumpang sekitar 450 orang, itu memang tidak bisa.

Ahmad Supardi berharap Maret ini sebaiknya sudah harus tuntas permasalahan penilaian dari Pusat ini. Sehingga Kanwil Kemenag Riau punya waktu persiapan dalam menjalankan keberangkatan jemaah calon haji dengan sistem embarkasi antara menjelang hari keberangkatan.

“Kalau April, waktunya terlalu mepet nanti karena 27 Juli 2017 sudah ada jemaah calon haji yang berangkat. Jadi Maret atau awal April harus sudah penentuan. Kalau Pusat tidak menilai berarti embarkasi antara kita dianggap tidak ada. Berarti kita tetab bergabung dengan Batam,” sebut Ahmad Supardi.

Penghematan Capai Rp35 M

Diupayakannya Provinsi Riau untuk memiliki embarkasi antara tujuan akhirnya adalah untuk lahirnya embarkasi penuh. Kalau Embarkasi Penuh sudah terealisasi maka menurut Ahmad Supardi akan terjadi penghematan biaya sebesar Rp35 miliar.

“Kalau sudah embarkasi penuh baru banyak keuntungan yang kita dapat. Kita sudah coba menghitung, terjadi penghematan 35 miliar karena tidak perlu lagi ke Batam. Untuk embarkasi antara bukan tidak ada untung, tapi sikit. Karena jemaah masih tetap ke Batam. Kemudian keuntungan lain, jemaah tidak lagi menginap di Batam, tapi Pekanbaru. Kemudian jemaah kalau saat pulang tidak lagi beli oleh-oleh di Batam tapi sudah di Pekanbaru. Jadi perekonomian masyarakat kita jadi hidup,” jelas Kakanwil Kemenag Riau.

Sudah Dapat Izin Lisan

Hal senada juga diakui Sekretaris Komisi E DPRD Riau, Markarius Anwar. Menurutnya, secara prinsip sudah tidak ada masalah lagi persiapan yang dilakukan oleh Pemprov Riau dan Kemenag Riau. Tinggal lagi izin tertulis dari Pusat dalam merealisasikan terwujudnya embarkasi antara ini.

“Kalau secara lisan sebetulnya kita sudah mendapatkan izin. Tinggal lagi secara tertulisnya yang belum. Berharap dalam waktu dekat akan diberikan,” ujarnya, sembari mengatakan kalau Dirjen Kemenag RI sudah menyampaikannya saat berkunjung ke Riau belum lama ini dalam perbincangan yang dilakukannya.

Sementara itu, seorang warga Tangkerang Tengah, Pekanbaru yang sudah menunaikan ibadah haji dua tahun silam, H Riwan salah mengakui sangat senang kalau embarkasi antara Pekanbaru itu benar-benar terwujud. Karena itu akan mempersingkat waktu bagi jemaah yang tidak perlu lama-lama lagi menginap di Batsm, hanya sebagai transit saja untuk naik ke pesawat berbadan lebar.

“Mudah-mudahan saja terwujud dan dalam waktu tidak lama akan berkembang menjadi embarkasi penuh. Jadi jemaah tidak perlu lagi ke Batam dulu tapi langsung ke Arab Saudi dari Pekanbaru,” sebutnya. (Ismet Tarmizi)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.