Mengangkat Pesona Rupat Utara

0
Pantai Lapin Rupat Utara.

Rupat Utara, kronline.co — Punya potensi pariwisata luar biasa, Pulau Rupat Utara masih tertinggal infrastruktur dan berbagai sarananya. Perhatian serius Pemeritah Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis diperlukan untuk mengangkat pesona daerah yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka ini.

Gubenur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Pulau Rupat Utara adalah daerah yang menjadi komitmen bersama dalam upaya mengembangkan pariwisata dalam konteks budaya di Provinsi Riau.

Bahwa masih ada kekurangan-kekurangan infrastruktur dan berbagai sarana, itu diakuinya. Dan untuk itu, pemerintah provinsi sudah menyerahkan master plan pengembangan Pulau Rupat Utara ke Pemerintah Pusat.

“Mudahan pariwisata semakin maju dan kita memberikan apresiasi kepada pihak swasta yang mendukung mempromosikan Pulau Rupat ini,” ungkap Gubri.

Sedangkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin juga menyebut pariwisata di Bengkalis, termasuk Pulau Rupat Utara tentunya, masih banyak kendala dan harus banyak yang diperbaiki. Baik itu wisata pantai, wisata alam, agro wisata, wisata religi, wisata wahana, dan wisata budaya.

Melihat kondisi pariwisata saat ini, Pemkab Bengkalis melakukan pengembangkan potensi yakni dengan membuat RPJMD dengan menempatkan Pulau Rupat sebagai obyek wisata yang sangat perlu didukung semua pihak.

Amril mengatakan, sejauh ini pembangunan di Pulau Rupat Utara belum berjalan maksimal. Namun Penkab Bengkalis tetap berupaya memaksimalkan pembangunan di segala bidang, apalagi Pemkab berkomitmen akan meningkatkan sektor pariwisata berbasis budaya.

“Kabupaten Bengkalis banyak sekali sektor pariwisatanya yang harus dikelola dengan baik terutama Pulau Rupat Utara yang memiliki pesona keindahan pantainya yang tidak kalah indah dengan pantai-pantai yang ada di provinsi lain,” sebut Bupati.

Namun yang menjadi kendala adalah akses jalan yang rusak menuju Pantai Rupat dari roro penyeberangan. Untuk ini, Pemkab Bengkalis berupaya memperbaiki infrastruktur jalan melalui anggaran APBD maupun APBN.

“Kita akan berusaha keras bisa mendapatkan anggaran APBN untuk bisa memperbaiki infrastruktur jalan yang ada di sini,” ungkap Amril.

Tak hanya akses jalan, listrik dan jaringan telepon, air bersih, fasilitas pendukung pariwisata juga menjadi kendala di Pulau Rupat Utara. Jika beberapa hal tersebut bisa dibenahi dengan baik, kata Amril, tidak akan menutup kemungkinan ribuan wisatawan akan berkunjung ke Rupat. Kalau sudah ribuan wisatawan datang, tentu perekonomian masyarakat bisa terbantu juga.

Potensi Tiga Pantai

Secara geografis, Kecamatan Rupat Utara memiliki batas-batas wilayah sebelah utara dengan Selat Melaka, sebelah selatan dengan Kecamatan Rupat, sebelah barat dengan Kabupaten Rokan Hilir, dan sebelah timur dengan Selat Melaka

Berdasarkan data dari Kantor Camat Rupat Utara, luas wilayah kecamatan ini adalah 628,50 km², dengan desa terluas adalah Desa Titi Akar dengan luas 300 km² atau sebesar 47,73 persen dari luas keseluruhan Kecamatan Rupat Utara. Dan desa terkecil adalah Desa Tanjung Punak dengan luas 66 km² atau 10,50 persen dari luas keseluruhan. Desa dengan jarak lurus terjauh dari ibukota kecamatan adalah Desa Titi Akar dengan jarak lurus 25 Km.

Namun cukup membanggakan bahwa Kecamatan Rupat Utara memiliki wisata wahana, yakni pantai Lapin yang terletak di Desa Tanjung Punak, Pantai Pesona Desa Teluk Rhu dan Pantai Beting Aceh yang sudah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis ke Pemerintah Pusat sebagai pariwisata wahana Pulau Rupat menjadi wisata Nasional.

Camat Rupat Utara Agus Sofyan menjelaskan, di Rupat Utara terdapat lima etnis atau suku, yaitu Melayu, Jawa, Cina, Batak, suku Akik. Masing-masing suku tersebut tidak memiliki perbedaan dalam hal kemasyarakatan dan saling berbaur satu sama lain. Sistem kekerabatan masyarakat masih cukup erat. Budaya gotong-royong masyarakat di Pulau Rupat masih ada, seperti membersihkan jalan desa, parit desa, dan sebagainya yang sifatnya untuk kepentingan umum.

Sedangkan adat istiadat yang dianut penduduk setempat pada umumnya adalah budaya Melayu. Di dalam kehidupan sosialnya, terdapat seseorang yang dituakan sebagai kepala adat yang disebut Kebatinan.

Kepala adat salah satunya memunyai tugas memimpin upacara-upacara adat seperti perkawinan, sunatan dan lain-lain. Sedangkan mata pencaharian sebagian besar penduduk (70 persen) bekerja di bidang perikanan laut, baik sebagai nelayan maupun buruh nelayan.

Selain itu, beberapa penduduk bermata pencaharian sebagai petan (kebun karet), buruh tani, wirausaha, dagang dan wirausaha, PNS dan sebagainya.

“Memang kita akui bahwa pembangunan infrastruktur di Pulau Rupat Utara ini masih minim, seperti pembangunan jalan, drainase, sarana pendidikan dan termasuk sumber penerangan di Pulau Rupat utara ini, di mana belum semua rumah penduduk dapat dialiri oleh listrik,” sebut Agus Sofyan kepada KR, Jum’at (10/3/2017).

Sebab itu beberapa rumah penduduk masih ada menggunakan minyak tanah sebagai sumber penerangan, termasuk penerangan lampu jalan yang belum memadai.

Sementara, Agus menjelaskan sarana dan prasarana pendidikan masih jauh tertinggal, termasuk juga masalah air bersih serta fasiltas kesehatan yang belum memadai. Namun pihaknya berharap kepada Pemkab Bengkalis dan Provinsi Riau bisa memprioritaskan pembangunan infrastruktur, baik jalan, penerangan, pendidikan dan kesehatan.

Apalagi menurutnya Pulau Rupat Utara ini memilki destinasi wisata pantai yang begitu indah sehingga begitu banyak wisatawan yang datang ke lokasi ini. Maka mau tidak mau hal ini perlu menjadi perhatian serius oleh Pemkab Bengkalis dan Provinsi Riau, apalagi dalam menunjang pulau Rupat Utara ini sebagai daerah wisata.

Azmi, warga Desa Teluk Rhu yang bekerja sebagai nelayan dan kadang berkebun, mengaku sejauh ini belum pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah. Warga berusaha sendiri. Makanya mau tidak mau, pekerjaan sebagai nelayan dan bekebun karet terpaksa ia lakoni.

“Sejauh ini, penghasilan karet agak lumayan juga, dengan harga 12 ribu perkilo bisa membantu perekonomian keluarga saya,” ungkap Azmi. (M Yusuf)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.