Mimpi Tol Pekanbaru-Dumai

Jalan Tol Pekanbaru Dumai Tuai Kendala

0
Mimpi masyarakat Riau memiliki jalan bebas hambatan Pekanbaru-Dumai akan dapat dirasakan beberapa tahun ke depan. Namun, dari hasil rapat terakhir pembahasan pembangunan jalan tol tersebut, masih terdapat persoalan-persoalan.

Pekanbaru, kronline.co — Sejumlah persoalan masih menaungi rencana pembangunan jalan bebas hambatan (tol) dari Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru menuju Kota Dumai. Permasalahan-permasalahana itu antaranya masih adanya ruas jalan yang masuk kawasan hutan, masuk kawasan konsesi perusahaan, dan masih adanya masyarakat yang belum mau digantirugi tanaman perkebunannya.

Asisten II Sekretariat Provinsi Riau, Masperi mengatakan khusus untuk lahan tol yang masuk dalam kawasan hutan pihaknya sudah meminta kepada kementerian terkait untuk dilakukan pinjam pakai. Di mana untuk melakukan pinjam pakai tersebut harus disertai dokumen analisis mengednai dampak lingkungan (Amdal) yang diurus oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Namun katanya, Dinas Lingkungan Hidup hingga saat ini masih menunggu RTRW Riau

“Jadi masih dalam ‘lingkaran setan’ juga untuk persolan ini. Untuk itu, perkembangan RTRW Riau ini diharapkan sudah bisa selesai pada Maret ini karena kita sudah melibatkan pihak KPK,” ujar Masperi, kemarin.

Di sisi lain, lanjut Masperi, terjadi masalah seperti tumpang tindih lahan dengan pihak PT Chevron yakni sebanyak 135 peta bidang. Dalam persolan ini, Chevron pada hakikatnya bersedia menyerahkan lahan namun untuk ganti rugi tanah yang berada di dalam kawasan konsesi tidak bisa dilakukan karena tanah tersebut adalah milik negara.

“Tapi tumbuhan atau barang yang ada di atas tanah tersebut bisa diganti rugi. Namun masih ada juga masyarakat yang tidak setuju, untuk itu kami meminta petunjuk pihak Kejaksaan. Di mana ada 86 warga yang keberatan dari 136 warga yang lahannya dilalui jalur tol, tapi keberatan masyarakat tersebut mereka tidak punya alas hak yang cukup,” ujarnya.

Sedangkan terkait pembangunan rel kereta api Trans Sumatera yang melalui Riau serta sempat bermasalah karena melalui Detasemen Radar di daerah Dumai, Masperi menjelaskan bahwa sudah tidak ada masalah. Saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu SK dari KSAU.

“Jadi kami sudah melakukan rapat dan persoalan Radar tidak menjadi masalah lagi. Khusus untuk di sekitar lokasi Radar, akan dilakukan trik khusus dalam pembangunan rel sehingga minim getaran saat dilalui kereta api agar tidak menggangu Detasemen Radar,” jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Rahmad Rahim mengatakan untuk penyediaan lahan pihaknya terus melakukan upaya dalam melakukan ganti rugi.

“Yang penting titik jalur tol itu sudah ditentukan, proses pembebasan jalan terus,” sebutnya.

Mengenai adanya informasi pembangunan Tol Pekanbaru-Padang (Sumbar), Rahmad mengaku sudah mendapat informasinya. “Saya sudah dengar, tapi ini skema pembangunannya kan berbeda, Tol Padang-Pekanbaru dibangun investor luar,” kata Rahmad.

Sampai saat ini Rahmad menyeut pihaknya masih fokus menyelesaikan Tol Pekanbaru-Dumai yang sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu.

“Kita dari Pemprov fokus ke Tol Pekanbaru-Dumai. Kalau soal tol Padang-Pekanbaru itu belum,” pungkasnya.

Enam Seksi Pembangunan

Pembangunan Jalan tol Pekanbaru-Dumai dibagi dalam enam bagian (seksi), yakni Seksi I Pekanbaru-Minas, Seksi II Minas-Kandis Selatan, Seksi III Kandis Selatan-Kandis Utara, Seksi IV Kandis Utara-Duri Selatan, Seksi V Duri Selatan-Duri Utara, dan Seksi VI Duri Utara-Dumai.

Ruas terpendek adalah seksi I sejauh 9,2 kilometer, sementara seksi lainnya di atas 20 kilometer. Jalan yang membelah wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai itu diharapkan selesai 2019.

Diberitakan sebelumnya, Asian Infrastructure Invesment Bank (AIIB) menyiapkan anggaran sebesar 400 juta dolar AS atau setara Rp5 triliun untuk mewujudkan pembangunan Jalan tol Padang-Pekanbaru sepanjang 240 kilometer.

Keberadaan jalan tol Pekanbaru-Dumai diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Riau. Bahkan dengan adanya jalan tol tersebut, perekonomian daerah Riau akan lebih terpacu lagi.

Hal itu dikatakan Pengamat Ekonomi dari Universitas Riau, Prof Detri Karya di Pekanbaru terkait rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai. Menurut dia, jalan tol tersebut selain mempermudah akses, juga berdampak pada perkembangan ekonomi daerah.

Dia menyebutkan dengan adanya jalan tol tersebut, pergerakan perekonomian akan lebih lancar karena akses jalannya sudah begitu canggihnya. Misalnya saja di daerah sekitar jalan tol tersebut, harga barang pasti lebih murah karena trasportasi sudah lancar.

Karena itu menurut dia, Pemerintah Provinsi Riau harus terus berjuang untuk merealisasi pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai tersebut. Selain itu perlu pula dilakukan penyuluhan dan pendamping bagi warga tempatan di sepanjang jalan tol, agar mereka bisa menerima inovasi.

Selain itu, dukungan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai juga diapresiasi oleh masyarakat Riau, khususnya yang akan melintasi jalur tersebut ke arah perindustrian Riau yakni Kota Dumai.

Femmy, seorang karyawan swasta di Dumai mengaku akan mendukung pembangunan tersebut.

“Selain memudahkan akses jalan menuju ke lokasi kerja, juga perekonomian masyarakat tentunya akan meningkatkan juga. mudah-mudahan segera terealisasi,” ujarnya. (Desma Yunita)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.