Gedung Putih Komentari Pengusiran Paksa Penumpang United Airlines

0
Foto: Pool/Olivier Douliery/Getty Images

Chicago, kronline.co — Insiden pengusiran penumpang pesawat maskapai United Airlines ramai dibahas dan menuai banyak kecaman. Bahkan pihak Gedung Putih ikut mengomentari insiden tersebut.

“Saya pikir siapapun yang melihat video tersebut akan sedikit terganggu bahwa seorang umat manusia diperlakukan seperti itu,” ujar juru bicara Gedung Putih Sean Spicer seperti dilansir media The Guardian, Rabu (12/4/2017).

“Menonton dengan jelas seorang manusia diseret di lorong, melihat darah keluar dari wajahnya setelah mengenai sandaran tangan atau apapun, saya pikir tak ada situasi di mana Anda tak bisa duduk dan katakanlah, ini mungkin bisa ditangani dengan sedikit lebih baik, ketika Anda berbicara tentang seorang umat manusia,” imbuhnya.

Dikatakan Spicer, dirinya yakin bahwa Presiden Donald Trump telah menonton video pengusiran paksa penumpang United tersebut.

Spicer menambahkan, hal ini merupakan masalah lokal yang tidak perlu mendapat respons pemerintah federal. Spicer juga mengatakan, pihak United tengah melakukan peninjauan atas kebijakan mereka. “Saya pikir ada banyak penegak hukum yang meninjau situasi seperti itu dan saya tahu United Airlines telah menyebutkan bahwa mereka kini sedang meninjau ulang kebijakan mereka,” tandasnya.

Maskapai United Airlines menuai banyak kecaman sejak beredarnya video pada Minggu (9/4) yang memperlihatkan seorang pria dipaksa turun dari pesawat di Bandara O’Hare, Chicago, AS. Tampak dalam video, pria berusia 69 tahun yang diidentifikasi sebagai Dr. David Dao tersebut ditarik paksa dari kursinya oleh petugas keamanan bandara dan diseret di lantai. Saat itu para penumpang yang lain menatap dengan ngeri sambil ikut berteriak ketakutan.

Setelah ramai di medsos, pihak United Airlines memberikan penjelasan atas insiden itu. Disebutkan bahwa penerbangan tersebut kelebihan penumpang karena United harus menerbangkan empat stafnya sehingga harus ada empat penumpang yang dikorbankan untuk turun pesawat. Awalnya, United menawarkan, jika ada empat orang yang mau turun secara sukarela, maka akan diberi kompensasi uang berikut penginapan di hotel.

Namun tidak ada yang mau, sehingga empat orang tersebut dipilih secara random. Salah satu penumpang yang terpilih, Dr. David Dao tetap menolak turun dengan alasan dia adalah seorang dokter dan perlu merawat pasien di tempat tujuan. Pihak maskapai lalu memanggil petugas keamanan bandara dan dokter tersebut diturunkan secara paksa bahkan sampai terluka dengan wajah berdarah-darah.

Direktur Utama United Airlines Oscar Munoz telah mengeluarkan permintaan maaf secara resmi atas insiden pengusiran tersebut. “Saya terus tergangggu atas apa yang terjadi di penerbangan ini, dan saya sangat meminta maaf kepada pelanggan yang diusir paksa dan kepada semua pelanggan di dalam pesawat,” ujar Munoz dalam sebuah statemen.

“Saya ingin Anda tahu bahwa kami mengambil tanggung jawab penuh dan kami akan bekerja untuk memperbaikinya. Tak ada seorang pun yang harus diperlakukan seperti ini,” imbuhnya. (DTC)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.