Candi Borobudur Dihiasi Ribuan Lampion

0

Puluhan ribu orang memadati area Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, kemarin rabu malam, untuk melepas lampion ke udara sebagai rangkaian prosesi perayaan Hari Waisak 2561 BE/2017.

Sebelum pelepasan 1.000 lampion tersebut, dilakukan ritual mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali yang dinamakan juga Pradaksina.

Makna dari upacara pelepasan lampion yang menyala di malam hari tersebut adalah, agar harapan, doa dan cita-cita yang mereka harapkan dapat terkabul. Namun, bagi selain umat Buddha pelepasan lampion ini menjadi atraksi budaya yang menarik.

Ketua Perwakilan Umat Buddha Siti Hartati Murdaya mengaku senang prosesi Waisak berjalan lancar. Kepada umat Buddha dia menghimbau agar tetap mempertahankan kesadaran maitri karuna.

Maitri Karuna merupakan salah satu ajaran agama Buddha yang bertujuan memikirkan kebahagiaan orang lain.

Hartati meminta umat lebih menjaga ucapan, perasaan dan hati agar terlepas dari penderitaan. Ia juga mengatakan, semua harta dan tahta bersifat sementara, tidak abadi. Dia mengajak manusia agar keluar dari kepentingan diri sendiri agar lepas dari kegelapan.

“Bagaimana solusinya apakah akan terus menjadi manusia yang selalu dalam kegelapan di dalam hatinya. Bagi generasi muda hanya memikirkan pencapaian cita-cita, bilamana tidak berhasil maka hancur lebur. Setelah Waisak ini mudah-mudahan akan meningkatkan kesadaran umat,” katanya.(NET)

Sejumlah warga melepas lampion perdamaian di lapangan Gunadharma Komplek Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Magelang, Jawa Tengah, Minggu (22/5). Sedikitnya 5.000 lampion diterbangkan dalam rangkaian Tri Suci Waisak 2560 BE/2016. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/kye/15

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.