Prestasi Serapan Menimbulkan Dampak Rasionalisasi

0

PEKANBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, rasionalisasi anggaran dilakukan karena penyerapan anggaran semakin membaik. Sehingga Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) tahun ini juga menurun.

“Usulan rasionalisasi itu akan dibahas lagi karena ada defisit Silpa. Jadi prestasi serapan itu juga menimbulkan dampak rasionalisasi,” katanya, akhir pekan lalu.
Menurutnya, saat ini di Pemprov Riau sedang terjadi proses transisi dari serapan rendah menjadi serapan tinggi. Hal tersebut juga sekaligus menjawab keraguan masyarakat selama ini yang menganggap bahwa pemerintah tidak bisa menjalankan APBD dengan baik.
“Sehingga di dalam belanja kita jangan berasumsi banyak Silpa lagi. Tapi harus berasumsi bahwa APBD itu didukung oleh pendapatan. Inilah yang harus dipahami masyarakat. Kalau dulu Pemprov selalu dikejar untuk meningkatkan serapan, sebagai salah satu indikator perekonomian berputar, kalau sekarang tidak seperti itu lagi,” katanya.
Ia menambahkan, jika pembahasan APBD Perubahan 2017 dapat cepat selesai, maka serapan anggaran bisa di atas 90 persen. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir lagi soal serapan anggaran. Saat ini justru kekurangan uang, salah satunya untuk belanja infrastruktur.
“Kalau dulu Dinas Bina Marga dikasih dana Rp2 triliun, paling habisnya hanya Rp1 triliun. Kalau sekarang dikasih Rp1,5 triliun tidak cukup, karena tingginya kebutuhan belanja,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya meminta dukungan dari masyarakat, bahwa saat ini Pemprov Riau sudah bergeser dari rezim Silpa menjadi rezim nonsilpa. Hal tersebut dapat terlihat pada awal tahun lalu, tidak ada lagi pernyataan Presiden yang menyebutkan bahwa Riau merupakan salah satu daerah yang menyimpan dana besar.
“Pada 2016, kita masih menyimpan sekitar Rp3 triliun lebih Silpa. Sekarang tidak ada lagi yang disimpan, semua betul-betul dibelanjakan untuk kebutuhan masyarakat,” tukasnya. KR4

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.