Dana KONI Cair Rp3 Miliar. Pengcab Tolak Penggunaan Dana

0
PEKANBARU (KR) Meski dana KONI Kota Pekanbaru versi Anis Murzil telah dicairkan sebesar Rp. 3 Miliar ternyata dana tersebut tidak mau dipergunakan oleh Pengurus Cabang (Pengcab)
Olahraga di Kota Pekanbaru, mereka menilai jika dana tersebut diambil takut nantinya akan berdampak hukum bagi mereka.
Seperti disampaikan Ketua Pencab Taekwondo Kota Pekanbaru Sondia Warman, Senin (11/9) bahwa sampai saat ini dirinya beserta pengurus tidak mau mencairkan anggaran yang sudah
ada di KONI Pekanbaru, karena dikwatirkan akan berdampak hukum terhadap dirinya dan pengurus Taekwondo.
“Dengan dualisme kepemimpinan KONI Pekanbaru saat ini kita masih gamang untuk melakukan pencairan dana sebelum adanya kepastian hukum yang kuat dari Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI). Maka dari itu kita belum ada melakukan pencairan satu persenpun terhadap dana pelatihan di KONI untuk Taekwondo”, jelasnya.
Disampaikan Sondia, dengan dualisme kepemimpinan saat ini antara KONI Pekanbaru versi A Tambi dan versi Anis, yang dirugikan adalah atlit karena dalam beberapa waktu mendatang mereka akan melaksanakan Porprov. ” Kasihan kita Atlit-atlit saat ini, mereka harus melakukan latihan setiap hari untuk meraih kemenangan, namun KONI sendiri masih terjadi dualisme kepemimpinan”, jelasnya.
Meski Ketua KONI Anis Murzil mengatakan bahwa tidak ada masalah terkait pencairan dana KONI ini, kita tetap hati-hati dan tidak mau mencairkannya karena dasar hukumnya belum jelas. ” Kita lihat dasar hukumnya dulu dan kita pelajari apakah memang dana ini tidak bermasalah dikemudian hari, ujar Sondia.
“Jangan sampai nanti ketika dana sudah kita ambil, ternyata berdampak hukum bagi kita, makanya kita perlu telaah yang lebih mendalam lagi” ujar Sondia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Pekanbaru.
Dengan kondisi ini, Sondia mengingatkan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru untuk jangan berharap nantinya Pekanbaru dapat juara umum pada Prorprov – IX, ” Dari bulan Januari 2017 TI Kota Pekanbaru belum menerima dana pembinaan atlit yang melakukan tranining center dimana pelatihan sendiri dilakukan 4-5 kali dalam seminggu dan setakat ini untuk operasional masih menggunakan kas Pencab TI”, jelas Sondia.
Disisi lain Ketua Pengcab Anggar Kota Pekanbaru Jhon Romi menyampaikan jika Taekwondo menggunakan dana kas Organisasi, kita menggunakan dana pribadi untuk biaya pelatihan Atlit. Karena sampai saat ini Pengcab Anggar belum menerima kucuran dana APBD dari KONI Pekanbaru.(ZUL)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.