Disperindag Tangkap Basah Pengecer Gas Elpiji 3kg 30 Tabung

0

PEKANBARU (KR) – Bawa gas elpiji 3 Kg sebanyak 30 tabung, seorang pengecer tertangkap basah oleh Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru. Peristiwa ini terjadi di persimpangan Jalan KH Dahlan dan Jalan Pelajar, Selasa (12/9/2017) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Penangkapan seorang pengecer itu di benarkan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman sewaktu di konfirmasikan, Selasa (12/9/2017). “Benar, tim kami dilapangan menangkap basah seorang pengecer tengah membawa gas elpiji 3 Kg subsidi sebanyak 30 tabung di persimpangan Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Pelajar, “kata Mas Irba.
Dikatakan Mas Irba, sewaktu ditanyakan tim saat itu pengecer tersebut tutup mulut dari mana gas elpiji 3 Kg didapatkannya. Menindak lanjutinya, pihaknya akan memproses kasus ini dan berkordinasi dengan pihak kepolisian sektor Sukajadi.
“Lebih jelasnya, kami belum dapat memberikan keteranga lebih rinci dan jelas. Selanjutnya kasus ini kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya

Satpol PP
Menurut pengamatan KR yang tidak dibantah Mas Irba, banyak gas elpiji 3 Kg disalahgunakan, Untuk itu Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru, diminta melakukan penertiban terhadap warung yang bukan pangkalan menjual elpiji tiga kilogram atau bersubsidi guna menjaga stabilitasi harga dan distribusi penjualan gas ke masyarakat.
“Kami telah berkordinasi dengan Satpol PP Kota untuk meminta segera melakukan penertiban warung penjual elpiji dan pelaku usaha kuliner yang menggunakan gas elpiji 3 Kg subsidi berdasarkan Surat Keputusan Wali Kotanya,” kata Mas Irba Sulaiman.
Dijelaskan Mas Irba, bahwa dalam Surat Keputusan (SK) Walikota itu ditegaskan bahwa distribusi elpiji bersubsidi hanya dibenarkan pada agen dan pangkalan, selain itu dilarang. Untuk itu, tim Disperindag dan menegak hukum serta Satpo PP Kota untuk melakukan penertiban.
“Dalam poin (b) di SK Walikota dijelaskan elpiji gas 3 Kg bersubsidi tidak dibenarkan diberikan kepada yang tidak tepat sasaran jelas itu telah menyalahi aturan yang sudah ada. Jelasnya titik penyerahan akhir di pangkalan dan bukan di warung,” ucapnya.
Mas Irba juga menyampaikan, Satpol pp harus melakukan penertiban kepada pedagang gas keliling pakai keranjang dan warung, sebab merekalah yang membuat dan menciptakan disparitas harga, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah dipatok Rp18.000/tabung tiga kilogram.
“Pedagang warung sering menjual elpiji jauh lebih mahal sebab mereka beli sudah berantai, jelas ini sudah tidak benar,” ujarnya.
Ditegaskan Mas Irba, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan adanya penyimpangan dan penyalahgunaan dari gas elpiji 3 Kg subdisi. Jika kedapatan kami akan menindaknya dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian sesuai hukum,” tutupnya. KR2

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.